RSUD DUNDA LIMBOTO – Sampah kerap menjadi masalah kini mulai teratasi. Lily Suriany Lasaleng, B.Sc lewat proyek perubahannya Gerakan Aparatur Peduli Sampah Medis berbasis “HUYULA” atau Gapai Bersama Huyula, mengubah sampah-sampah medis menjadi sumber Pendapatan rumah sakit.

“Kebetulan kita sudah ada perusahaan yang mau kerja samadengan kita, untuk mengambil sampah, mereka ingin mengambil sampah botol infus, 1 kilo Rp 5000,” jelas Lily Suriany.

RSUD dr M.M Dunda sendiri memproduksi sampah medis setiap harinya mencapai 231 kilo sampah, sehingga jika dikalkulasikan, dengan hadirnya gerakan tersebut sampah ada sekitar Rp1 juta per hari yang didapatkan. Sehingga per tahun ada Rp360 juta penghasilan rumah sakit dari sampah.

“Kita juga sudah bekerja sama dengan sama dengan bank sampah, untuk pengolahan sampah non medis. Ke depan Kita akan membuat bank sampah di rumah sakit, agar rumah sakit ada pendapatan dari sampah,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.